Bagaimana Hubungan Kita dengan Bumi?

Saat proses pengerjaan project seputar limbah dan sampah serta proses mengulang pelajaran di kelas untuk mata kuliah International Environmental Law apalagi dalam masa pandemi ini mengantarkan pada perenungan kembali; Bagaimana hubungan kita dengan bumi? Mengapa manusia dan bumi diciptakan? Apa tujuan keberadaan manusia dan bumi? Mengapa manusia ditempatkan di atas planet bumi ini dan bukan di planet yang lain? Apa yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain? Apa bentuk kemuliaan yang diberikan oleh Allah kepada anak cucu Adam? Apa yang membedakan planet bumi dengan tempat yang lainnya di alam semesta ini?

Setiap manusia yang ingin kembali merenungkan beberapa pertanyaan di atas, alangkah lebih baik jika kembali membacanya dari perspektif wahyu. Diantara bentuk keimanan adalah meyakini bahwa Allah adalah Al-Awwal (Yang pertama), tidak ada sesuatupun sebelum-Nya.  Allah adalah Al-Akhir (Yang Akhir), tidak ada sesuatupun sesudah-Nya (kekal tanpa akhir). Allah Maha meliputi seluruh waktu dengan segala hal tentang waktu, dari waktu pertama hingga waktu kapanpun. Tidak ada satupun bagian waktu dan tempat sesedikit atau sekecil apapun kecuali dalam pengetahuan, pengawasan, kekuasaan dan kewenangan Allah. Setiap pelaku maksiat dalam waktu kapanpun dan di manapun tidak pernah luput dari pengawasan Allah.

“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah ‘Arsy-Nya di atas air, agar dia menguji siapakah diantara kamu yang lebih baik amalnya,” (QS. Hud: 7) 

“Katakanlah, “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua hari dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam.” Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat hari. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati.” Maka Dia menjadikan tujuh langit dalam dua hari dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushilat: 9-12)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *