PPMI Arab Saudi Mundur, Perbedaan Pendapat & Mazhab Syafi’i (Bag. 2)

Selaku warga Persyarikatan Muhammadiyah di Arab Saudi, tentu tidak akan fokus membahas mengapa PPMI Arab Saudi mundur? Meskipun PCIM Arab Saudi dan PPMI Arab Saudi bisa dibilang saling melengkapi. Kami salut pada kawan-kawan mahasiswa yang siap aktif dalam kepengurusan PPMI Negara bahkan Wilayah atau Dunia seperti Wakil Koordinator PPIDK TIMTENGKA saat ini yang juga dari PPMI Arab Saudi berpasangan dengan PPI Tunisia.

Memiliki gagasan dan rencana itu penting, tapi tidak cukup sekedar gagasan dan rencana untuk menghasilkan atau memperbaiki sesuatu. Gagasan untuk menggencarkan program kajian Mazhab Syafi’i di PPI Negara misalnya, khususnya di negara-negara yang mayoritas penduduknya pengikut selain Mazhab Syafi’i seperti di Arab Saudi, tidak akan terlaksana jika tidak ikut terlibat aktif. Minimal terlibat menjadi panitia pelaksana atau seperti senior PPMI Riyadh di Markaz Inayah yang aktif memberikan masukan sekaligus menjadi sponsor kegiatan. Sejak kuliah di Luar Negeri, sebagai kader Muhammadiyah secara biologis, kami ingin belajar memahami Muhammadiyah secara ideologis seperti tidak condong pada satu mazhab tapi juga tidak anti mazhab. Muhammadiyah memilih sikap pertengahan.

Diantara perdebatan yang cukup alot dalam salah satu forum musyawarah ketika diminta PPMI Arab Saudi menjadi Tim Adhoc PPI Dunia Periode 2017-2018 yang diikuti lebih dari 20 negara, selain memasukkan kata politik dalam ruang lingkup dan fungsi kegiatan adalah seputar pendidikan nasionalisme. Rasa nasionalisme seharusnya lahir dan tumbuh semakin kuat dari hari ke hari hingga tahun demi tahun ketika kita hidup di negeri rantau. Mencintai tanah air itu fitrah, Indonesia seharusnya mengalir deras dalam darah setiap anak bangsa di manapun berada tanpa harus mempertentangkannya dengan agama seseorang.

Sebagian dosen yang mengajar kami di kelas menyarankan untuk juga merujuk perspektif dari ulama-ulama Mesir. Seperti dalam kuliah “Qawa’id Fiqhiyah Qadhaiyyah” semester ini, diantara materi ajar yang kami gunakan ditulis oleh Prof. Muhammad Mukhtar Jumu’ah, Minister of Endowments (Awqaf) dan Prof. Shawki Ibrahim Abdel-Karim Allam, Grand Mufti of Egypt. Selain itu, sebagian guru kami juga menyarankan untuk mengikuti Madrasah Syafi’iyyah yang banyak merujuk pada tulisan-tulisan Syekh Labib Najib Al Yamani. Diantara program media sosial yang menarik dan konsisten adalah Risalah Hadramiyah di Facebook Pci Muhammadiyah Yaman.

Kawan-kawan yang belajar di Arab Saudi dengan Mazhab Hambali merasa sangat berterima kasih dan bisa mengambil manfaat yang banyak jika ke depan PPIDK TIMTENGKA bisa memassifkan program intensif kajian Mazhab Syafi’i khususnya dari PPI Negara yang memang dikenal memiliki banyak ulama syafi’iyyah. Masa pandemi ini sepertinya sudah gagal membuat kita berjauhan, faktanya kita menjadi semakin dekat dan lebih mudah untuk saling memperhatikan meskipun jarak memisahkan. Semoga dengan saling memahami berdasarkan ilmu bisa meminimalisir perdebatan-perdebatan yang tidak terlalu produktif untuk kemajuan bangsa kita ke depan. Mari fokus pada isu-isu strategis, seperti isu ancaman kebebasan sipil dan keadilan Sumber Daya Alam di negeri kita tercinta. Belum lagi para koruptor yang kian melenggang.

Mari menjalankan tanggung jawab secara maksimal sesuai kapasitas kita masing-masing. “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang kepala Negara, adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimipin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *