MA in Sharia & Law; Rencana A & B di Bidang Pendidikan Tahun 2020

Ada 3 mata kuliah wajib yang kami program untuk semester pertama kuliah Master of Arts in Sharia and Law in Islamic Politics; Qawa’id Fiqhiyah Qadhaiyyah, An Nadzariyat Al Fiqhiyyah Al Qadhaiyyah dan International Environmental Law. Mengambil 4 materi dauroh rutin dari sekian banyak opsi yang ditawarkan pihak kampus; Sejarah Andalus, Balaghah Al Qur’an Al Karim, Transaksi Keuangan Kontemporer dan Hilyah Thalibil ‘Ilmi. Selain itu, mengikuti program nadwah ‘ilmiah diantaranya; Adabul ‘Alim wal Muta’allim oleh Prof Dr. Abdallah Ali Al Saifee (Mantan Ketua Jurusan Al Fiqh wa Ushulihi The University of Jordan dan Anggota Ikatan Ulama Jordan) dan ikut pelatihan yang kerja sama kampus dengan Bonyan Training Co LTD; Personal Strategic Planning, Idha-at ‘Ashriyah Fil Muhkamat, Metode Nabi dalam Mengoreksi Kesalahan (3 materi yang telah terlaksana dari 12 materi yang diagendakan).

Rencana A liburan musim panas tahun 2020 seharusnya pulang kampung untuk menyelesaikan dan memaksimalkan agenda yang tertunda serta melakukan pembenahan beberapa project yang telah berjalan. Target agenda tahun ini di bidang pendidikan adalah merasakan iklim baru dan perspektif lain dalam menuntut ilmu dengan meninggalkan Saudi Arabia ke negara lain di Timur Tengah atau ke Korea Selatan, Jepang, Amerika atau Eropa. Di masa pandemi ini, orang tua belum mengizinkan meninggalkan Saudi Arabia termasuk pulang kampung. Dengan demikian harus membuat beberapa skenario penyesuaian. Adanya Covid-19 menuntut untuk menjalankan rencana B atau mungkin rencana C dan ketetapan Allah ‘Azza wa Jalla adalah yang terbaik. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).

Setiap kita pasti pernah merasa lelah, jenuh, gagal, kalah, sakit, atau mungkin merasa dilukai atau dizalimi. Ada orang ketika mendapatkan hantaman berupa apapun, lalu jatuh, ia tidak bisa bangkit lagi. Hanya bisa pasrah, parahnya jika menyerah dengan keadaan. Ada orang yang bagaimanapun keadaanya, ia terus berjuang untuk bangkit kembali meskipun harus tertatih. Serangan virus ini tidak boleh membuat kita lumpuh dan hanya bisa menyalahkan keadaan. Kita harus terus bergerak meskipun menanjak. Menuju puncak yang tertinggi. Mari belajar untuk tidak mengeluh atas kondisi kita di hadapan manusia, hanya mengeluh kepada Rabb Yang Maha Menciptakan. Mari belajar dari para Nabi dan Rasul dalam menghadapi ujian. Belajar dari generasi terbaik ummat ini; bagaimana perjalanan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya menjalani masa-masa berat dalam hidup, termasuk cara menghadapi kekalahan dan kemenangan. Mari belajar dari sejarah tentang kebangkitan dan keruntuhan sebuah negeri. Mari mulai buka dan baca kitab-kitabnya, jangan hanya sekedar melihat daftar isi padahal tujuan utamanya adalah menelaah sebuah masalah.

Jika masih ada yang bertanya; mengapa menuntut ilmu begitu lama? Mohon sampaikan bahwa menuntut ilmu itu untuk menjalankan perintah Allah ‘Azza wa Jalla. “Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah (Yang Haq) melainkan Allah…” (QS. Muhammad: 9). Berharap bisa wafat dalam keadaan melakukan perbuatan yang dicintai, diridhai dan diperintahkan oleh-Nya. Bagaimana mungkin bercita-cita dikumpulkan bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Syurga-Nya jika tidak mengetahui ajarannya. Dengan belajarlah kita bisa menjaga dan membela syari’at Allah. Dalam Hilyah Thalibil ‘Ilmi, Syekh Bakr bin ‘Abdullah Abu Zaid menyebutkan bahwa cita-cita yang tinggi akan menghindarkanmu dari angan-angan dan perbuatan rendah dan akan memangkas habis batang kehinaan darimu, seperti sikap suka menjilat dan basa-basi. Orang yang punya cita-cita yang tinggi akan tegar. Dia tidak akan gentar menghadapi masa-masa sulit. Sebaliknya, orang yang bercita-cita rendah akan menjadi penakut, pengecut dan terbungkam mulutnya hanya oleh sedikit kelelahan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *