Jadi Rindu Kamu; Menuju Reuni Akbar Virtual Alumni STIBA

Jika hidup ini adalah pendakian menuju puncak tertinggi, maka belajar ilmu agama menjadi bekal yang wajib dipersiapkan untuk mendakinya. Itulah diantara alasan mengapa memilih masuk Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar tahun 2011, termasuk keinginan agar bisa belajar langsung dan lebih dekat dari Ustaz Dr. Muhammad Yusran Anshar dan para asatizah yang lain.

Sebelum masuk STIBA, menempuh kurang lebih 4 tahun di Universitas Negeri Makassar (UNM). Waktu kuliah sebagai mahasiswa Business English di UNM (2007-2010) mendapatkan dukungan moril dan materil dari kampus untuk menjadi entrepreneur, bahkan ada dukungan khusus kepada kami dari Rektor Prof Dr H Arismunandar dan Pembantu Dekan III FBS UNM Dr. Syukur Saud, M.Pd.

Dalam proses pendakian, terkadang perlu berhenti sejenak di pinggir jalan. Setelah menjalankan bisnis 5 tahun lebih, rasanya butuh berhenti berteduh, melepas lelah dan menghilangkan rasa jenuh. Kampus STIBA adalah diantara tempat yang teduh untuk menenangkan hati dan pikiran. Itulah diantara sebab mengapa memilih tiinggal di asrama bahkan liburan tidak pulang ke rumah, meskipun sangat bisa pulang pergi dari rumah ke kampus karena jarak yang cukup  terjangkau. Orang tua pun memberikan ridhonya.

Terkadang muncul seribu satu alasan untuk tetap berteduh, maka kehadiran kawan menemani sangat berharga untuk memulai dan melanjutkan lagi perjalanan. Dalam tarbiyah gabungan bersama Ustaz KH Dr. Muhammad Zaitun Rasmin tahun 2012, kembali dipertemukan sahabat seperjuangan di UNM Ustaz Askar Fatahuddin, S,Si, M.E. dan Ustaz Syamsuar Hamka S.Pd., M.PdI untuk mengikuti program dakwah perintis Wahdah Islamiyah di seluruh Indonesia. Meskipun saat itu masih berstatus mahasiswa, kami menyatakan kesiapan berangkat karena memang masih sangat kurang dari target da’i yang dibutuhkan.

Wahdah Islamiyah memberikan dukungan moril dan materil untuk menjadi da’i yang fokus menjalankan amanah dakwah. Di Provinsi Jambi, selain bersama 2 sahabat dari UNM, kami bersama sahabat seperjuangan Ustaz Ahmad Muallim dan Ustadz Kasrul Abdul Wahid keduanya alumni STIBA. Di Provinsi Kalimantan Tengah, berjuang bersama Ustaz Adib Bin Nurdin juga alumni STIBA yang sangat sabar. Selain itu, juga dipertemukan sahabat tarbiyah bersama Ketua STIBA Ustaz Dr. Muhammad Yusran Anshar dan Ustaz Ahmad Syaripudin Kocim S.Pd., M.PdI yang sebagian besar melanjutkan pendidikan di Saudi Arabia. Secara khusus dipertemukan para sahabat sekamar di asrama STIBA Hafizahumullah.

Kita tidak bisa mendaki puncak tertinggi seorang diri. Kita butuh sahabat seperjuangan untuk saling menguatkan mendaki bersama menuju puncak tertinggi. Saling berpegangan tangan menapaki tepi jurang yang terjal. Tertawa dan menangis bersama dalam mengenang kisah perjalanan. Seperti penggalan kenangan lebaran di Nipah Panjang,Tanjung Jabung Timur Jambi bersama Ustadz Ahmad Muallim seorang hafiz Al Qur’an. Pada suatu malam diundang acara syukuran dan barzanji, setelah menghadiri undangan syukuran dan sebelum barzanji dimulai dipertemukan seorang tokoh masyarakat yang curhat seputar alam ghaib, jin, jimat, dll. Besoknya diundang ke rumah beliau untuk melihat batu yang dimilikinya. Batu yang katanya punya kekuatan tertentu dan memiliki nilai materil yang cukup tinggi. Kami menginap beberapa hari dengan banyak obrolan mistis dan paranormal, beliau setuju untuk membuang batu tersebut ke sungai. Setelah dibuang, dukun yang katanya mengenal “penjaga” batu tersebut pun mengundang kami ke rumahnya. Bersama seorang sahabat, alhamdulillah diberi kekuatan membawa pesan tauhid menemui dukun tersebut di rumahnya dengan melewati jalan panjang dan berhutan. Berbincang hingga larut malam.

Jadi rindu kamu, semoga hadir ya, bisa kembali bertemu dengan para sahabat seperjuangan di STIBA Makassar. Ayo padukan rindu, ukhuwah dan perjuangan kita dalam Reuni Akbar Virtual Alumni STIBA Makassar.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *