Liburan Sepekan di Indonesia, Silaturrahim ke 42 Titik

Selain agenda bersama keluarga, liburan musim dingin tahun ini juga dimanfaatkan untuk silaturrahim ke 42 titik. Diantara titik utama yang dikunjungi adalah salah satu Pimpinan Cabang Muhammadiyah sebagai organisasi yang telah membesarkan dan mendidik ayah, sehingga kami anak-anaknya bisa mendapatkan pelajaran Tauhid. Dari ayah; kami memahami apa itu tahayul, bid’ah dan khurafat. Inilah warisan dari seorang ayah yang tidak ternilai harganya. Setelah berkunjung ke salah satu panti asuhan binaan ‘Aisyiyah, saya langsung pulang menemui kedua orang tua. Mencium mereka dan kembali mengucapkan terima kasih atas segalanya. Diantara titik utama yang lain adalah SMA Negeri 1 Bantimurung (Sekolah waktu SMA), Universitas Negeri Makassar dan STIBA Makassar, tidak hanya silaturrahim menemui para guru, tapi juga melihat kontribusi apa yang bisa kita berikan untuk sekolah atau kampus yang telah membesarkan kita, sekecil apapun itu.

Agenda silaturrahim ke 42 titik merupakan salah satu misi dari Tim Kajian Indonesia Timur yang baru saja dibentuk bersama PPMI Arab Saudi dengan didukung oleh Muhammadiyah dan Wahdah Islamiyah. Diantara misi utama untuk tahap awal adalah mempersiapkan gerakan #WanitaDariTimur. Fokusnya mempersiapkan bahan rekomendasi dan gerakan yang terkait dengan isu seputar Hak Perempuan dan Anak. Itulah sebabnya mengapa kami berkunjung ke 10 tempat yang menjadi basis gerakan wanita dari 42 titik kunjungan, dan satu tempat telah disepakati untuk kolaborasi sebagai basis gerakan #WanitaDariTimur. Gelombang pertama gerakan #WanitaDariTimur akan dimulai dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Berhubung para dosen yang mengajarkan kami Hukum Privat seperti Hukum Bisnis dan Hukum Waqaf, khususnya para dosen tamu; adalah penasehat hukum perusahaan-perusahaan besar di negara-negara teluk seperti Bank Ar Rajhi atau Aramco, maka penting bagi kami mempersiapkan bahan presentasi singkat untuk memperkenalkan titik-titik potensial daearah. Siapa tau para dosen bisa memperkenalkan dengan link pengusaha mereka. Salah satu kunjungan utama kami adalah ke perusahaan penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan. Kunjungan ini telah berhasil menarik perhatian investor dari Arab Saudi untuk mengkaji sampel beras Indonesia, apakah beras Indonesia bisa diterima di pasar Arab Saudi. Diantaranya, apakah beras ini bisa dimasak dengan cara masak masyarakat di Arab Saudi. Jika ternyata bisa, maka peluang ekspor beras akan terbuka lebar.

Dalam menyusun proyeksi masa depan Kawasan Timur Indonesia dalam bentuk Rencana Aksi Tahun 2020-2024 harus berbasis pada data terkini yang bisa dipertanggung jawabkan. Selain itu, -Tim dari Timur- harus mampu menggali gagasan masyarakat, menemukenali potensi, peluang dan masalah yang dihadapi Kabupaten/Kota. Gerakan awal Tim ini adalah membantu pemerintah mewujudkan Daerah Kabupaten/Kota Peduli Hak Asasi Manusia (siapapun Presiden terpilih di 2019).

Peduli Hak Asasi Manusia yang dimaksud adalah didasarkan pada terpenuhinya:

  1. Hak atas kesehatan
  2. Hak atas pendidikan
  3. Hak perempuan dan anak
  4. Hak atas kependudukan
  5. Hak atas pekerjaan
  6. Hak atas perumahan yang layak
  7. Hak atas lingkungan yang berkelanjutan
Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *