Cara Mengubah Nilai Berpotensi Error Menjadi A+

Pada tulisan sebelumnya saya menulis tentang hasil ujian MID pertama mata kuliah hukum pidana yang dinyatakan tidak lulus alias mengulang, yang artinya berpotensi error. Ternyata hasil ujian akhir semesternya adalah B+, tapi cita rasanya A+ karena awalnya kurang suka menjadi suka. Saya juga pernah mengalami kekalahan dalam sidang pertama, pada sebuah peradilan semu di fakultas dengan membawa nama negara. Ternyata pada sidang putusan akhir, tim kami berhasil menang. Dari berpotensi kalah pada putusan akhir menjadi menang dengan cita rasa A+ karena  dapat forum terbuka untuk meluruskan persepsi sebagian masyarakat setempat tentang Indonesia. Bahwa Indonesia adalah bangsa yang bermartabat, meskipun harus diakui masih mengirim TKW.

Bagaimana cara mengubah nilai yang berpotensi error menjadi A+? Bagaimana cara mengubah pertarungan yang berpotensi kalah menjadi pemenang? Secara singkat dan sederhana, kami ingin sharing secara khusus untuk para pelajar pemula untuk mengenal diri sendiri. Memahami di mana letak kelemahan dan kekuatan yang kita miliki. Sebagai hamba yang lemah, mari jujur mengakui bahwa diri kita benar-benar lemah dan sangat butuh bantuan kekuatan. Tidak ada kekuatan untuk menutupi kelemahan diri selain memohon pertolongan kepada Allah. Mari kembali selalu konsisten memurnikan niat dari semua yang akan merusak komitmen dalam menuntut ilmu. Nilai A+ itu penting, tapi belajar itu bukan untuk mendapatkan angka-angka. Berprestasi itu penting, tapi belajar itu bukan untuk menjadi lebih hebat dari kawan-kawan yang lain apalagi sekedar bisa kelihatan jago berdebat dan berorasi. Menjadi kaya dan punya kekuasaan itu penting, tapi belajar itu bukanlah alat untuk mencapai jabatan, kekayaan, popularitas dan kekaguman orang lain. Sebagai pelajar, mari saling mengingatkan dari apa-apa yang bisa mengotori niat. Semoga kita mendapatkan keberkahan atas ilmu yang dipelajari.

Awalnya saya tidak terlalu suka dengan mata kuliah hukum pidana, tapi perlahan mulai jatuh cinta. Waktu kelas 1 SMA, saya tidak terlalu suka pelajaran Matematika, tapi beberapa tahun kemudian guru matematika saya menjadi kakak ipar. Terkadang kita salah persepsi tentang sesuatu atau seseorang, mungkin karena belum mengenalnya lebih dekat. Maka bagaimana mungkin mau memohon pertolongan kekuatan kepada Allah Yang Maha Kuat, jika belum mengenal Allah lebih dekat. Bagaimana mungkin bisa memahami hukum-hukum Allah, jika belum bersungguh-sungguh mengenal ajaran Islam dengan lebih baik bukan sekedar formalitas. Bagaimana mungkin jatuh cinta dan rindu ditempatkan bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di surga kelak, jika kita tidak mengenalnya lebih dekat.

Setelah melewati kurang lebih 5 tahun belajar di negeri ini, baru mata kuliah hukum pidana yang membuat saya belajar sampai mimisan dan beberapa kali tidak sempat tidur. Semoga dengan ujian yang lebih berat mendapatkan balasan yang lebih besar. Ujian hidup sepi dalam waktu yang panjang itu berat, semoga Allah mempertemukan dengan calon ratu bidadari yang terbaik dunia dan akhirat. Ujian bencana alam di negeri kita yang silih berganti dan kazaliman yang menimpa saudara-saudara kita di belahan bumi manapun, semoga menjadi jalan menemukan cinta dan kasih sayang Allah ‘Azza wa Jalla.

Sebagai penutup, kami mohon saran dari kawan-kawan. Tidak lama lagi akan mengambil konsentrasi public law atau privat law, kalau di Ummul Quro’ University, public law itu lebih spesifik ke hukum pidana dan privat law itu lebih spesifik ke hukum bisnis. Kami butuh masukan untuk memilih yang mana, aku suka pada public law, tapi aku butuh privat law karena sesuai dengan latar belakang pendidikan di Indonesia yaitu Business English. Seperti yang kubutuhkan untuk menemaniku, tidak akan kutemukan alasan untuk berhenti mencintainya. Karena tidak ada diantara kita yang sempurna, semakin mencari kesempurnaan maka ketidaksempurnaan itulah yang ditemukan.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *