Politik, Hukum & Keamanan

3 Usulan Cawapres Prabowo-Jokowi; Versi Jomblo

Mewakili suara jomblo Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di sekolah hukum dan ilmu politik di luar negeri, kami mengusulkan 3 cawapres buat Prabowo-Jokowi:

Pertama, Prabowo-? vs Jokowi-Raditya Dika
Berhubung Pak Prabowo masih jomblo, insya Allah sebagian besar masyarakat jomblo Indonesia akan memilih beliau siapapun wakilnya. Raditya Dika yang pernah menjabat sebagai presiden jomblo Indonesia, tentu saja dengan popularitasnya di dunia maya bisa mendokrak suara Jokowi. Bukankah para elit politik negeri ini seolah menjadikan popularitas sebagai pertimbangan utama untuk dicalonkan? Siapa elit politik yang berbicara tentang sejauh mana kedalaman ilmu seorang kandidat apalagi sampai pada level kamampuan ijtihadnya? Maka wajarlah jika budaya pendidikan yang terbangun di negeri kita cenderung masih sangat jauh dari budaya keilmuan. Bagaimana tidak, jika para penuntut ilmu khususnya yang masih pemula pun ikut latah untuk menjadi populer. Perhatikanlah bagaimana medsos melahirkan generasi yang selalu ingin tampil lebih hebat dibandingkan orang lain -tanpa menafikan urgensi budaya kompetitif-, merasa dirinya yang paling benar atau jika orang lain punya pandangan politik yang berbeda maka orang itu tidak pancasilais. Dan yang paling memperihatinkan jika para pelajar menjadikan ilmunya sebagai alat untuk mendapatkan popularitas, jabatan, kekayaan, pujian dan kekaguman orang lain. Padahal ilmu itu dipelajari untuk menjalankan perintah Allah, menjaga syari’at Allah, membela syari’at Allah dan mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Semoga Pak Prabowo bisa memimpin negeri ini bersama ibu negara di sampingnya agar menjadi teladan yang baik bagi para pemuda untuk segera mengakhiri kejombloannya. Jika beliau belum memutuskan untuk menikah lagi, begitulah jodoh, penuh dengan misteri. Akan ada banyak kejutan yang tidak terduga. Melihat ‘Catatan Najwa-Raditya Dika Digeprek Najwa’ yang membahas tentang politik, penulis ragu Radit akan memillih Jokowi. Jadi, poin pertama lebih tepatnya; Prabowo-? vs Jokowi-?

Kedua, Prabowo-AHY vs Jokowi-Sri Mulyani
AHY adalah representasi dari anak muda yang merupakan keluaran program Public Administration Harvard Kennedy School, insya Allah sebagian besar generasi milenial akan memilih beliau siapapun presidennya. Ibu Sri Mulyani adalah representasi dari wanita karir yang mendapatkan penghargaan sebagai menteri terbaik di dunia yang di serahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum. Insya Allah sebagian besar dari wanita karir Indonesia akan memilih beliau siapapun presidennya. Semoga beliau diberi petunjuk agar bisa menutup auratnya dengan baik. Menjadi pemimpin bukan hanya tentang almamater pendidikan ataupun penghargaan bergengsi yang didapatkan, tapi tentang kemampuan menawarkan gagasan mau dibawa ke mana negeri ini dan bagaimana menjalankan gagasan tersebut untuk mencapai tujuan. Bagaimana mungkin rakyat mau memilih pemimpin yang sudah terbukti ingkar janji. Mana pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan? Yang ada pertumbuhan utang.

Semoga para pemimpin negeri ini, siapapun yang terpilih senantiasa diberi petunjuk kepada jalan yang lurus untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah Azza wa Jalla.

Ketiga, Prabowo-Chairul Tanjung vs Jokowi-JK
Chairul Tanjung si anak singkong yang sudah merasakan pahit getirnya kehidupan di Indonesia mulai dari pedagang serabutan hingga menjadi Menko Perekonomian bahkan menjadi salah seorang terkaya di Indonesia sangat layak untuk dipertimbangkan menjadi cawapres. Pak JK yang sudah menjadi dua kali wapres dan tidak perlu lagi disebutkan tentang siapa beliau, tidak diragukan lagi kelayakannya menjadi cawapres kembali jika gugatan di MK dikabulkan. Kedua tokoh usulan cawapres yang disebutkan terakhir, menurut penulis adalah pasangan yang tepat untuk memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa periode 2019-2024. Jika mencari kesempurnaan pada calon pasangan, maka ketidak sempurnaan itulah yang akan ditemukan. Seperti Pak JK yang mungkin dipandang sempurna mendampingi Pak Jokowi kembali, tapi faktanya keberpihakan beliau di PILGUB DKI sudah terbukti.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close