Politik, Hukum & Keamanan

Konflik Hati Kids Zaman Now dan Konflik Dunia

Gejolak Cinta dan Gejolak Negeri-Negeri Ummat Islam

Entah sampai kapan hati kids zaman now terus bergejolak kerana cinta yang semu, sementara negeri-negeri ummat Islam terus bergejolak. Bahkan yang paling mengerikan ketika Iran mulai beberapa kali menyerang negeri penjaga dua kota suci. Tentu saja target utamanya adalah ka’bah dan mimpi membangkitkan kembali kekuasaan Persia. Kids zaman now seharusnya senantiasa memberi perhatian terhadap Saudi Arabia yang telah berjuang mewakili ummat Islam di seluruh dunia untuk menjaga dua kota suci. Perhatian dengan mendahulukan rasa cinta, bukan benci. Jangan hanya terus memberi perhatian pada gebetan, yang seharusnya dibenci pun menjadi dicinta.

Saat Trump berkunjung ke Riyadh dan menemui seluruh pemimpin negara-negara Islam, Raja Salman dan Presiden Trump sepakat menyatakan bahwa rezim Iran sebagai pemimpin terorisme global. Tapi mari kita catat baik-baik bahwa Presiden Amerika Serikat Trump yang menjadi pendukung utama penjajahan teroris Israel atas Palestina kota suci ke tiga ummat Islam. Jika hati kids zaman now hanya berkonflik kerana cinta ditolak atau putus cinta maka bagaimana mungkin bisa memahami dengan hati yang jernih konflik yang terjadi hari ini di berbagai negeri kaum muslimin. Siapa yang menjadi sponsor utama penyebab konflik yang terjadi di Irak, Suriah, Yaman, Lebanon dan Palestina? Dan apa anda berfikir Saudi Arabia akan setega itu membiarkan tetangganya sesama kaum muslimin berada dalam penderitaan?

K-Popers Indonesia dan Perang di Semenanjung Korea

Entah jumlah K-Popers Indonesia makin meningkat atau berkurang. Mungkin perlu ada survei khusus untuk mengetahui laju pertumbuhan K-Popers Indonesia. Seharusnya pertarungan di Semenanjung Korea yang melibatkan negara-negara di Asia Timur menjadikan K-Popers galau, bukan hanya galau karena idola. Bahkan bisa histeris jika melihat band-band idolanya sedang manggung. Padahal Presiden Donald Trump sedang mempersiapkan kekuatan untuk menginvasi Korea Utara yang tentu saja akan mengguncang negara sekitarnya khususnya Korea Selatan. Melihat karakter Trump, ia sangat memungkinkan mengikuti jejak Presiden Amerika George W. Bush yang pernah membuat keputusan untuk menginvasi Irak pada tahun 2003.

Tentu saja kami tidak punya hak untuk melarang-larang para K-Popers Indonesia untuk berhenti mengidolakan member band-band Korea. Tapi, melihat soliditas mereka di dunia maya yang sering kali mampu membuat trending topic di media social sebaiknya potensi dan waktu yang ada diberikan porsi yang lebih besar untuk kepoin segala sesuatu tentang negeri kita sendiri. Kita tidak pernah tau bagaimana peta politik khususnya peta konflik 10 atau 20 tahun yang akan datang. Yaitu era di mana para generasi millennials hari ini mungkin akan menempati posisi strategis di negeri ini. Sadarilah bagaimana sikap pemerintah Rusia dan Amerika Serikat yang sepakat tidak akan mengakui klaim Presiden Kim Jong Un yang menyebut Korea Utara sebagai negara nuklir sepenuhnya.

Kids Zaman Now Indonesia dan Laut Cina Selatan

Kids zaman now Indonesia harus memahami dengan baik tentang pertarungan yang sedang terjadi di Laut Cina Selatan yang melibatkan negara-negara di Asia Tenggara khususnya antara Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, Vietnam, China dan Amerika. Mari kita saling menguatkan sesama anak bangsa yang terikat dalam sebuah pernjanjian kesepakatan yang sakral yaitu Pancasila. Mari saling menghargai sesama pemeluk agama yang mengakui adanya Tuhan. Khususnya bagi sesama ummt Islam, mari hentikan perpecahan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak luar dan mendahulukan prinsip-prinsip pertengahan.  Mari sama-sama tegakkan keadilan di negeri kita dengan cara yang beradab. Hentikanlah komentar-komentar vulgar yang penuh dengan kebencian dan permusuhan di media social.  Mari saling nasihat menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Jika orang-orang jahil menyapa dengan perkataan yang buruk balaslah dengan perkataan yang memberi keteduhan.

Laut Cina Selatan adalah salah satu laut yang paling penting secara strategis dan paling diperebutkan di abad ke-21. Untuk mengantisipasi konflik di Laut China Selatan, Tentara Nasional Indonesia dalam proses penguatan pangkalan militer di tiga pulau terluar wilayah Indonesia yaitu; Natuna yang dekat dengan China dan Filipina. Selaru, untuk menjaga perbatasan yang dekat dengan Australia. Bitung yang berdekatan dengan Morotai untuk menjaga perairan wilayah-wilayah sekitarnya. Termasuk pertarungan di Rohingnya, dimana militer Myanmar masih menolak memberikan status kewarganegaraan. Kontribusi paling penting bagi anak muda adalah menjaga kondusifitas dalam negeri. Semaksimal mungkin anak muda belajar mengendalikan emosi sebelum terjadinya konflik. Kerana konflik yang kecil bisa menjadi pemicu konflik yang lebih besar. Sangat memungkinkan konflik hati kids zaman now berubah menjadi konflik dunia.

Arti Konflik atau Sengketa

Konflik bisa berawal dari perasaan kecewa, tidak puas , tidak suka atau merasa dirugikan oleh seseorang ataupun kelompok. Perasaan tersebut kemudian diungkapkan kepada pihak kedua. Apabila pihak kedua dapat memenuhi apa yang diharapkan oleh pihak pertama tersebut, maka konflik akan berkahir. Tapi jika reaksi dari pihak kedua menunjukkan sikap perbedaan yang kontras, penentangan bahkan angkuh dan malah menantang untuk bertarung maka terjadilah konflik.

Jika seorang suami menyampaikan rasa kecewa atas suatu perbuatan yang telah dilakukan istrinya dan si istri segera menyadarinya kemudian mengubah perbuatannya menjadi lebih baik, maka konflik bisa diantisipasi. Tapi jika si istri malah membantah dengan kasar bahkan menantang sambil menyebutkan kekuarangan-kekurangan suaminya maka benih “perang dunia”pun bisa terjadi. Atau sebaliknya.

Berbicara tentang konflik biasanya akan dikaitkan dengan sebuah pertarungan kekuatan senjata yang melibatkan dua pihak. Sedangkan sengketa berkaitan dengan tidak dilaksanakannya hak atau kewajiban dari suatu perjanjian. Realitas yang terjadi di lapangan, di dalam konflik dapat ditemukan berbagai sengketa. Terkadang sudah ada solusi atas sengketa yang terjadi, sedangkan konflik belum berakhir. Tapi, secara umum banyak juga yang mengartikan sengketa itu sebagai pertikaian atau konflik.

Ditinjau dari kajian Public International Law, sengketa dapat diartikan sebagai ketidaksepakatan salah satu subyek mengenai sebuah fakta, hukum, atau kebijakan yang kemudian dibantah oleh pihak lain atau adanya ketidaksepakatan mengenai masalah hukum atau fakta-fakta atau konflik mengenai penafsiran atau kepentingan antara 2 bangsa yang berbeda. Mahkamah Internasional Permanen dalam sengketa Mavrommatis Palestine Concessions (Preliminary Objections) (1924) mendefinisikan pengertian sengketa sebagai: disagreement on a point of law or fact, a conflict of legal views or interest between two persons

Sengketa Internasional bisa terjadi jika perselisihan tersebut melibatkan pemerintah, badan hukum atau individu dalam bagian dunia yang berlainan terjadi karena; Kesalahpahaman tentang suatu hal, Salah satu pihak sengaja melanggar hak atau kepentingan negara lain, dua negara berselisih pendirian tentang suatu hal dan Pelanggaran hukum atau perjanjian Internasional.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close